Tarif Trump Menghadapi Mahkamah Agung: $133,5 Miliar dalam Bahaya
Tarif darurat Trump menghadapi peninjauan Mahkamah Agung, yang berpotensi memicu pengembalian dana kepada importir sebesar $133,5 miliar jika dianggap melanggar hukum.

Legalitas kebijakan tarif mantan Presiden Donald Trump, yang diterapkan berdasarkan kewenangan ekonomi darurat, saat ini sedang ditinjau oleh Mahkamah Agung AS.
Pemerintahan Trump bisa dipaksa untuk mengembalikan lebih dari $133,5 miliar dalam bentuk tarif kepada importir jika Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa bea masuk tersebut dikenakan secara tidak sah. Kasus ini berpusat pada penggunaan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA), sebuah undang-undang tahun 1977 yang ditujukan untuk keadaan darurat nasional.
Menurut data dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, angka $133,5 miliar tersebut mewakili jumlah total yang dikenakan pada impor hingga 14 Desember, setelah pemberlakuan tarif awal pada Februari lalu.
Keputusan Mahkamah Agung yang Tertunda
Mahkamah Agung dijadwalkan akan mengeluarkan putusan pada hari Jumat ini, menyusul argumen yang didengarnya pada bulan November mengenai legalitas penggunaan IEEPA untuk membenarkan tarif tersebut. Para hakim mengisyaratkan skeptisisme terhadap penalaran hukum pemerintah selama sidang tersebut.
Sentimen ini tercermin dalam pasar taruhan online. Baik Kalshi maupun Polymarket memberikan peluang keberhasilan yang rendah untuk posisi Trump, masing-masing sebesar 30% dan 23%. Probabilitas ini telah turun dari sekitar 40% di kedua platform sebelum argumen tersebut didengar.
Sekalipun pengadilan menganggap pungutan tersebut ilegal, masih belum pasti apakah pengadilan akan langsung memerintahkan pengembalian dana. Keputusan itu dapat diserahkan kepada pengadilan tingkat bawah atau pemerintah federal untuk diselesaikan.
Realita vs. Retorika Pendapatan Tarif
Dalam unggahan media sosial baru-baru ini, Presiden Trump secara tidak akurat mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mengumpulkan atau akan segera mengumpulkan $600 miliar dari tarif tersebut.
Data resmi dari Departemen Keuangan AS menunjukkan gambaran yang berbeda. Bea masuk bersih mencapai rekor $195 miliar pada tahun fiskal 2025, yang berakhir pada 30 September. Sejak saat itu, penerimaan bulanan berada di kisaran $30 miliar.
Rincian Tarif Utama IEEPA
Bea masuk yang dimaksud diterapkan dalam beberapa fase, menargetkan berbagai negara dan barang:
• Tarif Terkait Fentanyl: Tarif ini pertama kali diberlakukan pada barang-barang dari China pada tanggal 4 Februari, diikuti oleh bea masuk pada barang-barang yang tidak sesuai dari Kanada dan Meksiko pada tanggal 4 Maret.
• Bea Masuk "Timbal Balik": Tarif mulai dari 10% hingga 50% diterapkan pada barang dari berbagai negara mulai tanggal 5 April, dengan beberapa di antaranya kemudian dikurangi melalui negosiasi.
• Bea Masuk Hukuman: Tarif tambahan dikenakan terhadap Brasil (40% pada 6 Agustus) dan India (25% pada 27 Agustus).
• Bea Masuk yang Dimodifikasi: Tarif barang-barang Jepang disesuaikan pada tanggal 7 Agustus sebagai bagian dari perjanjian perdagangan.


