Peso Anjlok ke Level Terendah Sepanjang Masa karena Bank Sentral Mempertimbangkan Pemangkasan Suku Bunga
Peso Filipina jatuh ke level terendah baru terhadap dolar, dipicu oleh sinyal dari bank sentral mengenai pemangkasan suku bunga dan toleransi mata uang.
Peso Filipina telah jatuh ke level terendah baru terhadap dolar AS, didorong oleh sinyal bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan penurunan suku bunga dan mentoleransi mata uang yang lebih lemah.
Pada hari Rabu, peso jatuh hingga 0,2% menjadi 59,34 per dolar. Pergerakan ini menembus titik terendah sepanjang masa sebelumnya di angka 59,26, yang dicapai pada akhir Oktober.
Sinyal Bank Sentral Memicu Sentimen Bearish
Komentar terbaru dari bank sentral telah memperkuat sentimen bearish di kalangan pedagang. Sikap lembaga tersebut terhadap tingkat mata uang dan kebijakan moneter di masa depan mengisyaratkan jalur yang jelas bagi pelemahan peso.
Ketika ditanya pada hari Selasa tentang risiko peso mencapai rekor terendah baru tahun ini, Gubernur Eli Remolona menyatakan bahwa bank sentral tidak menargetkan tingkat nilai tukar tertentu. Sebaliknya, ia menjelaskan bahwa otoritas moneter hanya khawatir jika depresiasi "cukup tajam" untuk berdampak pada inflasi.
Remolona juga secara eksplisit menyatakan bahwa pemotongan suku bunga sedang dipertimbangkan untuk bulan Februari, yang semakin memperkuat ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang.
Hambatan Ekonomi yang Lebih Luas
Peso telah berada di bawah tekanan berkelanjutan selama berbulan-bulan. Faktor kuncinya adalah skandal korupsi pemerintah yang telah merusak kepercayaan investor dan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi negara. Sinyal-sinyal terbaru dari bank sentral kini memperparah kerentanan yang ada, mendorong para pedagang untuk menggerakkan mata uang tersebut ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya.


