Pemangkasan Suku Bunga Fed Tidak Mungkin Terjadi karena Pasar Memperkirakan Suku Bunga Akan Tetap Stabil di Bulan Januari
Terlepas dari pemangkasan suku bunga yang cepat pada tahun 2025, pasar secara umum mengantisipasi jeda suku bunga Federal Reserve pada bulan Januari.
Konsensus yang Luas untuk Penghentian Kenaikan Suku Bunga Sementara
Para pedagang mengirimkan pesan yang jelas menjelang pertemuan Federal Reserve bulan Januari: jangan mengharapkan penurunan suku bunga lagi. Di seluruh pasar berjangka dan pasar prediksi, probabilitas Fed mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil sangat besar, menunjukkan jeda setelah serangkaian pemotongan pada akhir tahun 2025.
Menurut alat CME FedWatch, yang menganalisis harga kontrak berjangka dana federal, pasar telah memperhitungkan peluang sebesar 83,9% bahwa FOMC akan mempertahankan suku bunga saat ini di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Peluang penurunan sebesar 25 basis poin hanya sebesar 16,1%, dengan hampir tidak ada harapan kenaikan suku bunga.

Data CME FedWatch untuk pertemuan Januari 2026 menunjukkan probabilitas 83,9% bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah pada kisaran 3,50-3,75%.
Sentimen ini tercermin dalam pasar prediksi. Di Polymarket, para petaruh memberikan probabilitas 90% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga saat ini, sehingga hanya menyisakan peluang 10% untuk penurunan seperempat poin. Demikian pula, data dari Kalshi menunjukkan bahwa para pedagang percaya ada probabilitas 88% untuk mempertahankan suku bunga.

Pasar prediksi seperti Polymarket mencerminkan kepercayaan yang kuat terhadap keberlanjutan suku bunga, dengan peluang 90% diberikan untuk "Tidak ada perubahan" pada keputusan The Fed bulan Januari.
Latar Belakang: Siklus Pelonggaran Kebijakan yang Cepat pada Tahun 2025
Ekspektasi pasar terhadap jeda ini patut diperhatikan mengingat tindakan pelonggaran kebijakan moneter yang agresif dari Federal Reserve pada akhir tahun lalu. Bank sentral memangkas suku bunga tiga kali pada tahun 2025, dimulai pada pertengahan September dan berlanjut dengan langkah-langkah pada akhir Oktober dan Desember.
Setiap pengurangan sebesar 25 basis poin. Keputusan Desember 2025 menurunkan kisaran target ke level saat ini yaitu 3,50% hingga 3,75%, terendah sejak 2022. Hal ini menyusul pemotongan pada bulan Oktober ke kisaran 3,75% hingga 4,00% dan langkah awal pada bulan September yang memulai siklus pelonggaran kebijakan moneter.
Kini, para pedagang tampaknya yakin bahwa momentum tersebut tidak akan berlanjut ke tahun baru. Pandangan yang berlaku, yang tercermin dalam harga berjangka CME dan posisi terbuka, adalah bahwa The Fed akan mundur sejenak untuk menilai dampak kumulatif dari pemotongan suku bunga tahun lalu sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Kehati-hatian Fed vs. Tekanan Eksternal
Terlepas dari keyakinan pasar, Federal Reserve menghadapi berbagai tantangan. Ketua Fed Jerome Powell dan rekan-rekannya secara konsisten menekankan pendekatan yang bergantung pada data, menandakan bahwa mereka perlu melihat lebih banyak konfirmasi ekonomi sebelum melanjutkan siklus pelonggaran, terutama setelah pemotongan suku bunga yang cepat pada bulan-bulan terakhir tahun 2025.
Namun, tekanan politik tetap menjadi faktor. Donald Trump telah berulang kali menyerukan pemangkasan suku bunga berkelanjutan untuk lebih merangsang perekonomian. Setidaknya untuk pertemuan Januari, pasar tampaknya percaya bahwa seruan ini tidak akan memengaruhi keputusan bank sentral.
Menariknya, beberapa analisis internal dan eksternal menyajikan pandangan yang lebih selaras:
• Federal Reserve San Francisco: Analisis terbaru dari bank regional menunjukkan bahwa tarif yang diterapkan oleh Trump sebenarnya dapat menekan inflasi, bertentangan dengan anggapan umum.
• Gubernur Stephen Miran: Gubernur Federal Reserve menyatakan bahwa ia ingin melihat penurunan suku bunga sebesar satu poin persentase penuh sepanjang tahun 2026.
Namun, konsensusnya adalah Januari masih terlalu dini untuk langkah selanjutnya. Seperti yang dikatakan Kathy Bostjancic, kepala ekonom di Nationwide, kepada CNBC, Ketua Powell bukanlah penghalang bagi pelonggaran kebijakan moneter. "Ketua Powell membantu mengatur tiga kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin secara berturut-turut. Bukan berarti dia menghalangi FOMC untuk menurunkan suku bunga," katanya.
Mengapa Menahan Saham di Bulan Januari Adalah Skenario Dasar
Keselarasan antara penetapan harga pasar dan preseden historis menjadikan jeda pada bulan Januari sebagai skenario yang paling mungkin. Pertemuan FOMC pertama tahun ini jarang memberikan kejutan kebijakan. Dengan tren inflasi yang stabil dan data tenaga kerja yang memberikan sinyal beragam, tampaknya tidak ada alasan mendesak bagi The Fed untuk bertindak segera.
Posisi institusional memperkuat pandangan ini. Data volume dari kontrak berjangka CME menunjukkan bahwa minat terbuka sangat terkonsentrasi di sekitar skenario "tahan", yang mengindikasikan bahwa pelaku pasar utama berada pada posisi untuk keberlanjutan.
Pada akhirnya, pesan pasar sudah jelas. Meskipun The Fed secara aktif menurunkan suku bunga pada tahun 2025, kini diperkirakan mereka akan menunggu dan mengamati. Pertemuan Januari tampaknya lebih banyak membahas konfirmasi apakah pelonggaran tahun lalu telah memberikan efek yang diinginkan, daripada tindakan baru. Pertanyaan kunci bagi para trader bukan lagi apakah The Fed akan berhenti, tetapi berapa lama jeda tersebut akan berlangsung.


